
Daftar Isi
Susul Australia-Indonesia
Efektif?
Beda larangan di Inggris dan Australia
Respons lembaga anak
Reaksi medsos
Jakarta, MHA SF Indonesia
—
Perdana Menteri
Inggris
Keir Starmer
mengumumkan larangan media sosial (medsos) untuk anak di bawah usia 16 tahun.
Starmer mengatakan larangan diberlakukan untuk melindungi anak-anak dari bahaya daring.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Perubahan ini akan mendukung orang tua yang bergulat dengan risiko dunia daring bagi anak-anak, serta membantu memberdayakan mereka dengan memberikan keputusan yang jelas tentang apa yang aman dan sesuai usia anak-anak,” kata Starmer.
Dilansir dari
MHA SF
, larangan ini mencakup seluruh platform antar pengguna, terutama yang memungkinkan adanya interaksi sosial dan yang memungkinkan pengguna mengunggah konten, bersama dengan algoritma.
Artinya, Snapchat, TikTok, YouTube, Instagram, Facebook, dan X termasuk platform-platform yang terdampak.
Layanan berbagi pesan seperti WhastApp dan Signal sementara itu tidak akan terpengaruh, demikian menurut pernyataan pemerintah pada Senin (15/6).
Rancangan undang-undang (RUU) ini rencananya diajukan ke parlemen sebelum hari Natal. Harapannya, larangan bisa dimulai pada Musim Semi 2027.
Susul Australia-Indonesia
Inggris menjadi negara terbaru yang menerapkan larangan medsos bagi anak-anak. Sebelumnya, sejumlah negara sudah memberlakukannya lebih dulu, termasuk Australia dan Indonesia.
Pada Desember, Australia jadi negara pertama di dunia yang menerapkan larangan medsos bagi anak di bawah usia 16 tahun.
Pada Februari, Spanyol melarang hal serupa dan memperkenalkan aturan yang mewajibkan platform menggunakan alat verifikasi usia ketat. Malaysia awal bulan ini juga memberlakukan aturan serupa.
Indonesia melalui PP Tunas juga sudah menerapkan. Prancis, Denmark, dan Norwegia juga telah mengumumkan rencana pembatasan ini.
Efektif?
Hasil survei yang dilakukan komisioner eSafety Australia menunjukkan banyak anak-anak yang menemukan cara untuk menghindari larangan tersebut.
Menurut survei terhadap 898 orang tua dan pengasuh anak berusia 8-15 tahun, sekitar tujuh dari 10 anak masih memiliki akun media sosial yang dibuat sebelum larangan berlaku.
Penerapan larangan ini belum berjalan efektif karena pada faktanya pihak berwenang Australia masih longgar, yakni belum menjatuhkan denda terhadap perusahaan teknologi mana pun.
Beda larangan di Inggris dan Australia
Pemerintah Inggris berniat menerapkan larangan yang lebih ketat dari pemerintah Australia.
Fitur-futur riskan seperti siaran langsung dan layanan komunikasi dengan orang asing akan diblokir. Pemblokiran juga disebut akan berlaku pada layanan daring lain seperti situs gim.
Menteri Teknologi Inggris Liz Kendall mengatakan pemerintah berencana belajar dari pengalaman Australia dengan “membuat jauh lebih sulit bagi anak-anak untuk menghindari pengamanan.”
Pemerintah juga akan bekerja sama dengan regulator layanan komunikasi Inggris, Ofcom, dalam strategi penegakan hukum.
Respons lembaga anak
Menurut pemerintah, sembilan dari 10 orang tua di Inggris mendukung larangan ini. Lembaga-lembaga anak juga menyambut baik langkah ini.
CEO National Society for the Prevention of Cruelty to Children (NSPCC), Chris Sherwood, mengatakan ini merupakan momen penting bagi perlindungan anak, sambil menekankan pentingnya penegakkan hukum yang efektif.
“Kami ingin melihat Pemerintah melangkah lebih jauh, lebih berani, dan memastikan adanya akuntabilitas nyata di semua platform online, layanan game, dan chatbot AI sehingga perubahan transformatif yang dibutuhkan dan layak diterima anak-anak dan orang tua menjadi kenyataan,” ujarnya.
Reaksi medsos
Seorang juru bicara Meta, perusahaan induk medsos Facebook dan Instagram, mengatakan kepada
MHA SF
bahwa pihaknya sudah berupaya menjaga keamanan anak-anak di dunia maya dengan menerapkan fitur yang membatasi siapa yang bisa menghubungi mereka. Konten-konten yang ditampilkan di akun anak juga disaring lebih dulu.
Menurutnya, larangan medsos di Inggris cuma akan berakhir sama dengan Australia.
“Seperti yang kita lihat di Australia, larangan berisiko mengisolasi remaja dari komunitas dan informasi daring, dan mendorong mereka ke alternatif yang tidak diatur yang tidak memiliki perlindungan bawaan dan kontrol orang tua,” ucapnya.
Seorang juru bicara dari Snap Company, pemilik Snapchat, sementara itu mengatakan mendukung upaya pemerintah untuk melindungi masyarakat di dunia maya.
“Namun, karena sebagian besar waktu yang dihabiskan di Snapchat adalah untuk pesan pribadi antara teman dan keluarga, larangan total yang memutuskan hubungan remaja dengan mereka tidak membuat mereka lebih aman. Hal itu justru dapat mendorong mereka ke platform yang kurang aman,” ujar dia.
“Sangat penting bagi Pemerintah untuk mempertimbangkan dengan cermat cakupan larangan tersebut, dan bagaimana pemerintah akan mendefinisikan dan menerapkan pengecualiannya,” tambah juru bicara tersebut.
MHA SF
telah menghubungi X, Google, dan TikTok mengenai larangan ini namun belum mendapatkan komentar.
(rds)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video MHA SF]
Baca lagi: PSI Buka Suara soal Jokowi Tak Kunjung Diumumkan Jadi Dewan Pembina
Baca lagi: Terima Telepon Abbas, Prabowo Tegaskan Komitmen RI Dukung Palestina
Baca lagi: Sinopsis Ashes to Crown, Kisah Putri Mengubah Takdir




33 Responses
Artikel ini memberikan banyak wawasan baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari https://s.sudonull.com/?q=memex.
Artikel ini memberikan banyak manfaat dan memperkaya wawasan pembaca.https://authoritybacklinks.shop/lt45ghk-broken-link-replacement-link-insertions-competitor-ranking-articles-stole-traffic-legal/
Jangan cuma jadi penonton, segera daftar situs judi slot online terpercaya NONA88 dengan layanan cepat, permainan lengkap, dan bonus harian yang bikin saldo makin bertambah.
Pembahasan yang sangat menarik dan penuh wawasan. Saya mendapatkan banyak inspirasi serta pengetahuan baru yang sangat berguna dari artikel ini. Terima kasih atas informasi yang telah dibagikan dengan sangat baik. Jangan lupa mengunjungi https://webzonedirectory.com/most-visited-website-list-713/.
Saya jadi lebih paham setelah membaca artikel ini. Kebetulan saya juga menemukan https://absurdy.panoptykon.org/comment/50850 yang membahas topik serupa dengan cukup lengkap.
Setuju banget sama poin-poin di artikel ini, saya jadi makin ngerti sekarang. Oh iya, buat temen-temen yang butuh bacaan sejenis, https://doodleordie.com/profile/bong88living/descriptions/likes juga bahas hal yang sama lho.
Terima kasih atas penjelasannya, ulasan ini sangat membantu mencerahkan. Sebagai tambahan referensi, saya juga sempat membaca artikel senada yang lumayan mendalam di https://pinshape.com/users/5700891-bong88living tadi.
Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan informasi saya saat ini. Selain artikel ini, saya juga menemukan rujukan pendukung di https://cve.cert.hr/cve/CVE-2009-1824 yang membahas isu terkait secara ekstensif.
Terima kasih atas artikel yang sangat informatif. Kalau ada waktu, Anda juga bisa melihat referensi lain di https://www.niftygateway.com/@king88comguru/favorites/.
Tulisan yang mengedukasi dan membuka perspektif baru bagi pembacanya. Bila berkenan, kunjungi pula http://atomon.ciao.jp/wp1/2016/03/08/%E6%9D%B1%E6%80%A5%E3%83%8F%E3%83%B3%E3%82%BA-%E6%9D%B1%E4%BA%AC%E9%A7%85%E5%BA%97-%E5%B1%95%E7%A4%BA%E8%B2%A9%E5%A3%B2%E4%BC%9A-atomon/ yang mengulas diskursus terkait dengan cukup tajam.
Sebuah bacaan wajib yang sangat bergizi dan kaya ilmu. Terima kasih banyak atas kerja keras penulis https://www.kufirst.center.ku.ac.th/food-talks-2-by-fiku-pic/ luar biasa pokonya over all
Sebuah kepuasan tersendiri bisa membaca artikel sekaya ilmu dan sekreatif ini. Terima kasih banyak http://www.kufirst.center.ku.ac.th/9752-2/
Tulisan yang sangat bertenaga dan penuh dengan edukasi berbobot. Terima kasih banyak atas ilmunya, Penulis https://www.kufirst.center.ku.ac.th/molecularcookingsociety2021/
Singkat, padat, dan penuh dengan manfaat nyata. Gak ada kalimat yang sia-sia di artikel ini https://www.kufirst.center.ku.ac.th/7789-2/ saya sangat senang menemukan artikel seperti ini
Pembahasannya jelas dan tidak bertele-tele sehingga nyaman dibaca sampai selesai. Saya juga membandingkannya dengan http://akhmadiinkhotkhon-1.ub.gov.mn/?p=1092 dan keduanya sama-sama bermanfaat.
Pemaparan dalam artikel ini sangat terstruktur dan menambah wawasan saya secara signifikan. Sebagai referensi komparatif, tautan http://e-vote.pepper.jp/business/527.html juga menyajikan kajian yang selaras dan patut untuk disimak.
Artikel ini wajib dibagikan ke banyak orang karena tingkat kemanfaatannya yang luar biasa http://www.kufirst.center.ku.ac.th/9843-2/
Informatif parah! Akhirnya paham juga sama materi ini. Sekadar nambahin aja, di https://www.sitelike.org/similar/imusicquiz.com.ng/ juga ada ulasan yang gak kalah seru soal isu ini.
Penulis menunjukkan kematangan berpikir yang luar biasa dalam memosisikan variabel yang saling bertentangan secara adil http://www.kufirst.center.ku.ac.th/gms8/
Penjelasannya asik dan gampang dicerna. Kalau ada yang lagi nyari bahan perbandingan atau insight lain soal topik ini, link https://topsitenet.com/profile/epiycomcureann/1346123/%C2%A0%C2%A0 ini juga sangat direkomendasikan.
Saya sangat menikmati tulisan ini karena langsung pada intinya. Tadi saya juga sempat membaca referensi lain di https://skitterphoto.com/photographers/141174/epicureannycom yang membahas hal serupa secara komprehensif.
Pembahasan yang mencerahkan! Untuk pembaca lain yang mungkin membutuhkan literatur tambahan dengan tema yang sama, silakan kunjungi https://pxhere.com/ko/photographer/4505044.
Penulisan artikelnya sangat runut sehingga mudah dipahami. Saya juga ingin berbagi tautan https://videos.muvizu.com/Profile/epicureannycom/Latest/ di sana ada tulisan serupa yang bisa dijadikan rujukan tambahan.
Penulis sangat piawai mengolaborasikan berbagai temuan lapangan menjadi sebuah ulasan yang koheren https://www.houstoniamag.com/eat-and-drink/2013/11/thanksgivingukkah-latkes-november-2013
Terima kasih atas penjelasannya, ulasan ini sangat membantu mencerahkan. Sebagai tambahan referensi, saya juga sempat membaca artikel senada yang lumayan mendalam di http://teamlieusaint.blog.free.fr/index.php?post/2009/02/16/Titou tadi.
Keren banget artikelnya, nambah insight baru hari ini. Buat kawan-kawan yang kepo soal topik ini, coba mampir juga ke http://webpark1181.sakura.ne.jp/wp/wpMimura/?p=112 deh, lumayan nambah wawasan.
Artikel ini menawarkan sintesis yang sangat jernih di tengah polarisasi pandangan yang terjadi pada sektor ini https://trustburn.com/reviews/jaalibean-com jadi sangat sesuai dengan kesukaan saya
Saya jadi lebih paham setelah membaca artikel ini. Kebetulan saya juga menemukan https://kldp.org/comment/257223 yang membahas topik serupa dengan cukup lengkap.
Penulis secara metodologis berhasil mengurai bias konfirmasi yang sering kali mengaburkan objektivitas pada topik ini https://www.https.www.kashrut.com/articles/fasting/
Melalui artikel ini, pembaca diajak untuk menyelami proses transmisi keilmuan yang berbasis pada penalaran logis dan data empiris https://jewishvirtuallibrary.org/links-bibliography-of-related-websites
Penulis berhasil mentransformasikan data-data mentah menjadi sebuah konseptualisasi ilmu yang sangat sistematis dan mudah dipahami https://www.mylocalservices.com/Able+Builders+Inc-Las+Vegas-Nevada-20748869.html saya tunggu artikel lain nya seperti ini
Tulisan ini memotong distorsi informasi dan langsung menyodorkan sebuah sintesis keilmuan yang sangat jernih serta objektif https://dictionary.sensagent.com/wiki/Black%20Hebrew%20Israelites/en-en/
Artikel ini adalah manifestasi nyata dari bagaimana sebuah tulisan harus didesain untuk tujuan penyebaran ilmu pengetahuan https://www.repeatcrafterme.com/2012/11/owl-granny-square-crochet-pattern.html